"Love more and more, and don't think it will ever turn less" - Kim Taeyeon

Thursday, 10 May 2012

My Other Blog!

PLEASE VISIT!
© 2012

established in 2012
the main purpose of this blog is to support indraswp and JeremyKribo in art and music

enjoy reading! thank you very much! 

http://indraswpxjeremykribo.blogspot.com/

Monday, 30 April 2012

The Power of the Sun and Tiger

Jepang dan Korea Selatan tidak hanya dikenal dari penampilan fisik mereka yang bermata sipit dan berkulit kuning, namun juga dari ciri mereka yang pekerja keras, berkemauan tinggi, dan rendah hati. Julukan "Negeri Matahari" kepunyaan Jepang dan "Macan Asia" atau "Empat Naga Kecil Asia" untuk Korea Selatan tidak didapatkan dengan cuma-cuma. sebagai bagian dari benua Asia, kemampuan industri mereka telah mengangkat derajat mereka ke tingkat dunia.

Tetapi, yang tidak orang sadari adalah kemampuan musik mereka yang sedang berkembang. saya pun tidak banyak mendengarkan musik yang mereka produksi. perkenalan saya dengan musik kedua negara tersebut juga terjadi karena unsur ketidaksengajaan. fakta bahwa rata-rata anak Indonesia dahulu menonton kartun pada hari Minggu pagi mengembangkan ketertarikan saya pada musisi-musisi asal Jepang. Casiopea, Depapepe, dan L'Arc~en~Ciel adalah beberapa yang saya dengarkan. namun, musik yang selalu saya ingat adalah musik yang dapat mengembalikan memori saya sewaktu kecil.

4. Bonnie Pink


saya tumbuh bersama kartun-kartun Jepang yang tayang pada hari Minggu pagi di Televisi Nasional. Pokemon, Digimon, InuYasha, dan Bakusō Kyōdai Let's & Go!! adalah beberapa yang saya ingat. masing-masing juga mempunyai Soundtrack yang apik dan enak didengar. tetapi dari semua itu, soundtrack dari "Rurouni Kensin: Samurai X"-lah yang paling saya gemari.. salah satu lagu yang saya sukai dari Rurouni Kenshin adalah "It's Gonna Rain" yang dibawakan oleh Bonnie Pink. pembawaan lagu "It's Gonna Rain" yang santai membuat saya yang mendengarkannya juga menjadi santai. karakter suara dan musik Bonnie Pink yang lugu dan lucu menggambarkan sepenuhnya ciri wanita Jepang yang saya ketahui. yang patut diperhatikan dari lagu ini adalah Bass line yang dimainkan. seperti ciri musik Jepang kebanyakan, Bass ikut bernanyi.


"1/3 No Junjou Na Kanjou" juga merupakan soundtrack dari Rurouni Kenshin dan dibawakan oleh Siam Shade. dahulu lagu ini adalah lagu yang paling sering saya dengarkan, namun semakin ke sini frekuensinya semakin berkurang. mungkin karena ketertarikan saya pada J-Rock juga tidak begitu tinggi. tapi setiap saya mendengarkan lagu ini, saya selalu menunggu part solo gitar. mungkin solo gitar "1/3 No Junjou Na Kanjou" dan "Butterfly" dari Wada Kouji adalah solo gitar yang pertama kali saya dengar, namun saya tidak menyadarinya. plus, setiap lagu "1/3 No Junjou Na Kanjou" dimulai saya selalu membayangkan adegan pertarungan Kenshin versus Shishio. sepertinya part itu adalah part yang paling saya sukai dari Rurouni Kenshin.




2. Judy and Mary


Himura Kenshin bisa dibilang adalah tokoh kartun favorit saya sewaktu kecil. tentu bersamaan dengan banyak tokoh lainnya seperti Ash Ketchum (Pokemon), Asakura Yoh (Shaman King), Conan Edogawa (Detective Conan), dan Yamato Ishida (Digimon). tetapi sosok Himura Kenshin adalah sosok yang paling keren. kewibawaannya pun merupakan ciri khas dirinya. tapi begitu mendengarkan "Sobakasu" dari Judy and Mary, tiba-tiba saja terbayangkan sosok Kamiya Kaoru. seorang wanita yang tegar dan hebat. teman seperjuangan Himura Kenshin. riff gitar di sepanjang lagu begitu adiktif. sangat catchy dan kuat. pengiringannya dapat menonjolkan suara sang vokalis. lagu ini dapat mengembalikan memori saya pada saat saya mengagumi tokoh-tokoh kartun tersebut.




1. Do As Infinity


saya mempunyai ketertarikan lebih kepada duo male-female. sepertinya hal tersebut juga berpengaruh kepada duo Do As Infinity. urutan 2 sampai 4 memang diduduki soundtrack "Rurouni Kenshin: Samurai X", namun urutan pertama telah jatuh kepada "InuYasha". bukan karena saya menyukai kartunnya lebih dari Rurouni Kenshin, namun saya suka sekali kepada duo Jepang yang satu ini. mendengarkan "Fukai Mori" saja dapat membuat saya sedih, bahkan sampai ingin menangis rasanya. berlebihan. tapi memang begitu kenyataannya. rasa yang saya dapatkan dari mendengarkan "Fukai Mori" membuat saya ingin mengulang masa-masa kecil saya, meskipun saya tahu, arti yang disampaikan bukanlah tentang memori masa kecil. tetapi mengisahkan tentang hopelessness and despair. melihat Do As Infinity membawakan lagu Fukai Mori secara live sungguh mengharukan, Tomiko tidak dapat menahan kuasanya untuk menangis. sungguh lagu yang dapat membuat saya berpikir dua kali akan kisah kehidupan. InuYasha telah membawa saya kepada "Fukai Mori" dan tentu saja Do As Infinity yang membuat saya mencari-cari lagu lainnya seperti Shinjitsu No Uta dan Oasis. acungkan banyak jempol kepada duo yang satu ini! plus Tomiko Van, has such a killer look.....




--------------------------------------------------------

ketika saya membicarakan musik Jepang, saya juga tidak henti-hentinya membahas kartun apa yang pernah saya lihat pada waktu kecil. beda halnya jika saya membicarakan musik dari Korea Selatan. saya berani bertaruh, ketika saya mengangkat pembicaraan ini, akan ada banyak orang yang mulai tidak memperhatikan akan apa yang saya tulis. meremehkan kualitas musik asal Korea Selatan. saya juga berani bertaruh akan asal mula 'remeh' tersebut, bukan dari kualitas musik mereka, namun dari over-excited fans yang dinilai kurang normal. tetapi sejujurnya, kekuatan Korea Selatan tidak hanya berasal dari Boyband dan Girlband saja. banyak musisi-musisi lain yang patut mendapatkan jempol.

4. BoA


sejujurnya, pada awalnya saya mengira bahwa BoA merupakan musisi asal Jepang. fakta bahwa ia aktif di Jepang membuat saya berpikiran seperti itu. dan terlebih lagi ia juga mengisi soundtrack "InuYasha" berjudul "Every Heart". julukannya sebagai "Princess of K-Pop" patut didapatkannya. popularitas tidak hanya ia raih di Korea, namun juga Jepang, seluruh Asia, dan bahkan Amerika Utara. tarian dari BoA begitu kuat dan tegas. tetapi, saya kurang menyukai pembawaan musiknya yang banyak menggunakan autotune dan musik "komputer". tetapi itu hanya masalah selera saja. hal yang saya sukai dari BoA adalah, she's witty and innocent. tidak seperti banyak artis yang full of demand. keluguannya sungguh tidak terlihat pada lagu-lagu yang ia bawakan. tetapi tidak adil rasanya jika saya tidak membicarakan lagunya. satu-satunya lagu BoA yang dapat diterima telinga saya selain "Every Heart" adalah "Did Ya". the beat is so abnormal in a good way, for my ears.




3. IU


IU dalah salah satu musisi Korea Selatan yang saya kenal melalui serial TV, Running Man. kebetulan pada episode dimana IU muncul, ia menyanyikan lagu-lagunya. dari situ saja sudah terlihat bahwa IU adalah salah satu musisi yang berkualitas. nada-nada tinggi dicapainya dengan mudah. IU adalah aktris kelahiran tahun 1993, satu tahun lebih tua dari saya. tetapi pencapaiannya sungguh besar. musisi, pemain drama, bahkan ia menjadi ambassador Expo kota Yeosu 2012. lagunya "Good Day" saya acungi dua jempol. suara IU sungguh merdu. IU juga senang mengeluarkan cover-cover akustik dari musisi-musisi K-Pop lainnya. that's how I describe hotness, female singer-guitarist.



2. Sungha Jung


rasanya saya sudah terlalu sering membicarakan Sungha Jung. apakah pembahasan lebih lanjut untuk seorang Guitar Prodigy ini kurang? saya hanya dapat mengatakan ini, ketertarikan pada musik yang tinggi dan jumlah latihan keras yang dilakukan akan sebanding dengan penghargaan yang didapat. tubuhnya yang kecil tidak menjadikannya lemah. tetapi sangat kuat pada apa yang ia gemar lakukan.




1. 소녀시대  (Girls' Generation)



saya merasa aneh untuk membicarakan hal ini, namun pada dasarnya saya memang menyukai Girl Group / Girlband yang satu ini. dulu saya bisa dibilang hater dari boyband / girlband, dangdut, musik melayu, band-band mainstream Indonesia, dan semacamnya. tetapi kemudian pada kelas X atau XI SMA, saya berjanji akan bertoleransi kepada semua jenis musik. dan hal itu benar saya tepati. memang pada masa itu belum langsung terjun dan mendengarkan musik tersebut, namun paling tidak saya tidak pernah mengejeknya lagi. seiring dengan janji tersebut, respek saya terhadap musik pun menjadi semakin tinggi. bahwa setiap lagu mempunyai artinya masing-masing. betapa mereka memberikan ketenangan kepada jutaan orang. saya tergolong naif jika hanya menilai dari packagingnya saja.
dan pada suatu ketika di akhir bangku kelas XII, dua dari teman saya memperkenalkan girl group yang satu ini. Girls' Generation, SNSD, So Nyuh Shi Dae. sebenarnya saya sudah mengetahui girl group ini dari kelas IX SMP, namun waktu itu respek saya terhadap hal macam ini masih kurang. pada awalnya saya hanya bermaksud untuk menghafalkan nama masing-masing personilnya melalui video klip yang ditunjukan oleh teman saya. karena pada waktu itu saya menganggap bahwa hal tersebut adalah challenge yang sangat menantang. wajah mereka sama semua haha. tetapi, seiring saya menghafalkan wajah dan nama mereka, lama-kelamaan saya mendengarkan lagunya, lalu variety shows, lalu album. sampai pada akhirnya respek saya terhadap girlgroup ini menjadi sangat tinggi. jumlah latihan bertahun-tahun yang mereka habiskan patut dihargai sepuluh jempol. pengabdiannya terhadap entertainment saya saluti sepenuh hati. dan meskipun begitu, karakter masing-masing personil tidak pernah hilang. dimana salah satunya adalah lugu dan yang lainnya jahil. dimana salah satu bersuara kuat dan yang lainnya pandai sekali menari.




"Just remember that your practice will not betray you, believe in the effort that you have put and believe that you'll be able to do till the end!"
- Stephanie Hwang

Sunday, 4 March 2012

Immortal

pada suatu malam saya mendengarkan lagu yang berjudul "In The Dark" dari Flyleaf. ketika malam mengambil alih pikiran saya, pertanyaan-pertanyaan pun muncul seperti rintik hujan. ada beberapa potongan lirik yang saya anggap menarik dari lagu "In The Dark" ini, seperti contoh: "I'm scared to death of light and silence. Jesus kill me inside this. Raise me up to live again, like You did.". saya tidak begitu yakin akan bagian "light and silence", apakah hal tersebut merupakan suatu pengibaratan, atau literally describes the afterlife. kali ini saya akan mengajak anda untuk masuk ke dalam pikiran saya dan melihat apa yang patut dipertanyakan dari sebuah kata "Immortal". untuk hal tersebut mari kita ambil pernyataan kedua terlebih dahulu, the afterlife, dan lihat apa yang saya dapat jelaskan mengenai hal tersebut.


pada hal ini, jika memang benar lirik mengacu pada kehidupan setelah kematian maka disebutkan bahwa pada mulanya mereka senang akan kematian, namun tiba-tiba mereka ingin keluar dari tempat itu. kembali menuju kehidupan. tapi apakah benar kehidupan akan membuatmu merasa lebih tenang? saya pikir tidak. orang-orang yang menyenangi immortality adalah orang-orang yang menyenangi kematian. ketika kamu tidak dapat mati, tentu kamu akan melihat begitu banyak kematian. kamu akan melihat temanmu mati. orang-orang yang kamu sayangi mati. dan kamu memilih untuk menjadi kekal abadi? kamu memilih untuk kembali kepada kehidupan? pada umur belasan seperti saya ini tentu masih banyak yang belum mengerti akan "kematian". kami bersenang-senang dan lupa akan arti kehidupan. dan saya, saya sudah pernah melihat kematian terjadi kepada orang yang saya sayangi. sahabat yang dahulu selalu menemani saya. dan hal tersebut juga tidak membuat saya menjadi seorang yang "ahli" akan kematian. tapi apa yang sadari adalah, kematian merupakan hal yang painless, namun sangat menyakitkan untuk orang yang melihatnya. apa kamu yakin kamu siap untuk melihat semua itu berulang kali? terus-terusan diulang karena kamu tidak dapat mati?


kembali lagi kepada potongan kalimat "light and silence". dari hal itu pun mereka takut untuk bergerak. masih berdiam diri pada kegelapan dan melihat cahaya untuk mengajak mereka pergi. mereka tinggal dalam kegelapan dan kesunyian. apakah yang mereka takutkan dari cahaya itu? bukankah kami dijanjikan kebahagiaan setelah itu? mengapa kembali kepada kehidupan? tahu benar saya bahwa kehidupan tidak selalu berjalan mulus, dan kamu takut akan apa yang siap menemuimu pada kehidupan setelah kematian itu. inilah yang orang bilang, "hidup segan mati tak mau". tapi ketika kamu mensyukuri setiap detik pada kehidupanmu, senantiasa kehidupanmu akan selalu bercahaya. dan jika saya harus mengibaratkan kesendirian, saya dapat mengibaratkan hal tersebut dengan "light and silence". dimana kamu dapat melihat semuanya, namun terasa hening. maka lirik tersebut dapat kita artikan seperti "aku sangat takut akan kesendirian. keluarkan aku dari tempat ini.", kurang lebih seperti itu. namun jiika memang benar adalah sebuah pengibaratan, benarkah harus diibaratkan dengan kematian?


sungguh banyak alasan mengapa Tuhan menciptakan kami dengan ciri tidak kuat akan kehidupan abadi. hal yang benar saya pikirkan. selain hal yang berhubungan dengan pengetahuan, lihatlah juga kematian itu. mengapa kehidupan adalah hal yang gila. sama gilanya dengan kematian itu sendiri.

Saturday, 18 February 2012

Journal #17

hari ini, Sabtu 18 Februari 2012, saya bersama teman saya, Jeremy, membuat sebuah karya di atas papan triplek sebesar 2 x 1 meter dengan menggunakan cat akrilik. tema yang kami ambil adalah The Acid Era. saat dimana musik psychedelic merajalela dan nama hippie berkumandang. ikon yang Jeremy ambil adalah George Harrison dari The Beatles, dan ikon yang saya ambil adalah Grace Slick dari Jefferson Airplane. tidak ada alasan khusus mengapa kami mengambil tema dan ikon tersebut, kami hanya menyukai musiknya.

pembuatan karya dimulai dari jam 16:00 sampat dengan 21:00

George & Grace
indraswp x Jebokriboganas : 18 Februari 2012























Grace menari di atas bunga, dililit jutaan warna dan nada yang selalu kubicarakan

Tuesday, 3 January 2012

Arctic Monkeys : The Thunderstorms

kali ini saya akan membahas salah satu band kesukaan saya. Arctic Monkeys. band asal Sheffield, Inggris ini sudah mencapai 7.707 plays di akun Last.fm saya. baru 7.707. and still keep on going up. apa yang saya sukai dari band ini? musiknya terasa pas di telinga saya. liriknya juga berhasil menggugah saya untuk mencari apa yang ada di balik lagu mereka. skill dan ketertarikan bermusik dari para membernya juga terlihat. perubahan yang mereka lakukan dari album pertama sampai album keempat merupakan hal yang sangat menarik. seperti The Beatles. tidak bosan untuk mencari hal baru. unik. orisinil.

Whatever People Say I Am, That's What I'm Not


"you're dynamite!" adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan album mereka yang pertama. sejauh ini, 'Whatever People Say I Am, That's What I'm Not' adalah album kesukaan saya dari mereka. musik pada album ini unik. kali pertama saya untuk mendengarkan musik band yang menonjol, tanpa segala macam efek. hanya permainan musik band biasa yang ditonjolkan. bisa dibilang album ini yang membuat saya mencari-cari sound Inggris lainnya. album ini seperti berbicara kepada saya. membuat saya ingin memainkan lagu mereka. riff dan beatnya begitu unik. yang paling unik adalah vokal dari Alex Turner. mungkin vokalnya adalah hal utama dari apa yang saya sukai pada album pertama Arctic Monkeys. drum beat dari Matt Helders juga merupakan salah satunya. cepat, tegas, dan 'berbeda'. tidak salah. album ini adalah album kesukaan saya. lagu kesukaan saya pada album ini merupakan, 'The View From The Afternoon'.

Favourite Worst Nightmare


album 'Favourite Worst Nightmare' merupakan album Arctic Monkeys yang pertama kali saya dengar. ya. saya loncat ke album kedua mereka. album ini terdengar hampir mirip dengan album pertama. namun, album ini lebih ringan dan mereka terdengar sedang mencari sound baru. album ini terasa penuh canda pada diri saya. dalam hal yang baik. benar-benar seperti proses antara album pertama dan album ketiga mereka. seperti penggabungan keduanya. apa yang saya sukai dari album ini merupakan penyusunan lagunya. pada awal album terasa seperti sedang bercanda ria. berganti menjadi sedih pada tengah album. sedangkan dari tengah ke belakang, suasana berubah menjadi tegang. penyusunannya rapi dan pas. lagu kesukaan saya pada album ini, yang juga merupakan lagu kesukaan saya dari semua lagu Arctic Monkeys merupakan, 'This House Is A Circus'.

Humbug


album ini merupakan album mereka yang paling hebat. masterpiece. like a painter painting on a golden canvas, but it's not the canvas that we see, it's the painting. soundnya sangat berbeda dari dua album sebelumnya. lebih ramai. juga paling megah. ini bukan album yang dengan sekali dengar langsung keluar ketertarikannya. namun, kita harus gali perlahan-lahan sampai kita menemukan letak kejeniusan album ini. jenius. jika diibaratkan dengan The Beatles, album ini merupakan 'Rubber Soul' atau 'Revolver'. very underrated. tidak banyak orang yang menyadari kejeniusan album ini. lagu yang paling saya sukai dari album ini merupakan, 'Secret Door'. kata-kata yang bisa saya keluarkan begitu mendengar album ini adalah seductive, sexy, flirty, gold, masterpiece.

Suck It And See


delightful, light, glittery, and flowery describe this album perfectly. setelah Arctic Monkeys merubah sound pada album 'Humbug', mereka kembali menggali sound baru yang lebih ringan. jika anda mendengarkan album sambil memejamkan mata, anda akan mengerti apa yang saya maksud dengan delightful, light, glittery, dan flowery. selain itu lirik pada album 'Suck It And See' juga tidak dapat diperdebatkan keindahannya. hanya seorang jenius seperti Alex Turner yang dapat menuliskan lagu indah seperti yang terdapat pada semua lagu Arctic Monkeys. selain itu, bass line dari Nick O'Malley juga harus mendapatkan nilai sempurna. pada album ini permainannya sungguh enjoyable dan paling menonjol. lagu-lagu yang saya sukai dari 'Suck It And See' merupakan, 'The Hellcat Spangled Shalalala', 'Piledriver Waltz', dan 'Suck It And See'.

so yeah, that's one of my favourite band. Arctic Monkeys.
enjoy their songs :)

Wednesday, 28 December 2011

The Reversal

hey guys! i've got an announcement for you. it comes from my band, Minor Mardy. we've just uploaded our newest song called 'The Reversal' to our YouTube channel. so yeah, this track is our demo, first attempt, with no editing at all. yeah. it is a pure demo. you'll hear some mistakes and our conversations during the track. not much. but you'll find it.

the song arrangement is created by Jeremy, and so the guitars. guitar 1, 2, and 3. he played them all. for me, i played the bass, and did some vocals. you can barely hear the vocals, because it's only in the background. not the main. i said earlier that Minor Mardy is an acoustic band. yeah it's still an acoustic band. but 'The Reversal' is our non acoustic song. if you like Mogwai, or Boards of Canada, or Mono, or God is an Astronaut, perhaps you'll like our newest song. you know, perhaps. perhaps.

if you're asking about the song meaning, there is really not much to tell about it. i mean, of course there is a song meaning in every song. but, the lyrics just go 'I'll wait for you' repeated until the end of the song hahaha what can i tell? for me, it's just me waiting for 'something'. not sure what it is. so, instead of finding it, i'd just wait for it, that's why i call this 'Reversal'. but, it's just me, you know, Jeremy might have something better about the song meaning haha.

so, this is 'The Reversal'. enjoy.




download link
http://www.4*shared.com/mp3/KWryczab/The_Reversal.html
remove the *

don't forget to check our page on Kaskus, everything you need to know about us is in there. there are the download links of our songs, our list of our next covers, plus you can request songs too. and, please follow our Twitter, we'd love to share what we listen at the moment, and you'll get updates about us. last but not least, please listen to our song using Last.fm. tee-hee-hee i'm asking to much, but thank you very much guys, for at least checking us haha :D

Minor Mardy on Kaskus
@MinorMardy on Twitter
Minor Mardy on Last.fm

Sunday, 25 December 2011

Christmas Subscriptions

saya merupakan pengguna setia YouTube. tentu semua mengetahui youtube. bagi yang belum mengetahuinya, bisa dibilang youtube adalah salah satu web yang paling saya sukai. kita dapat melihat berbagai macam video di sana. tidak hanya melihat, kita juga dapat menjadi uploader, mengomentarinya, berteman, dan melakukan subscribe. subscription berfungsi sama seperti 'follow' pada Twitter. di sini saya mempunyai musisi-musisi youtube andalan saya, yang tentu saja sudah saya subscribe sejak lama. pada hari natal tahun ini, mereka juga ikut serta membuat video-video yang menarik. kreativitas mereka sungguh tidak mempunyai batas.

please enjoy and subscribe them :)

Christina Grimmie - O Holy Night
account : zeldaxlove64


Christina Grimmie yang mempunyai karakter suara kuat dan sangat 'soul' pada natal kali ini membuat video cover dari lagu 'O Holy Night'. perbedaan yang ada pada videonya kali ini adalah permainan pianonya tidak diperlihatkan. yah, biasanya ia bernyanyi sambil bermain piano, tapi kali ini ia merekam part pianonya terlebih dahulu, lalu ia playback dan menyanyikan lagunya secara live. alasannya jelas, ia ingin menghayati lagu sepenuhnya. terbukti. suaranya begitu enak didengar. nada-nada yang sangat tinggi dapat dengan mudah ia raih. luar biasa. sangat kuat. mempunyai kualitas sama seperti Whitney Houston, Celine Dion, dan Charice Pempengco. benar benar kualitas seorang diva. penghayatannya luar biasa. bahkan musisi-musisi ternama dunia belum tentu dapat bernyanyi seperti Christina Grimmie.

another cool covers by her : Telephone (Lady Gaga), Someone Like You (Adele)
her best original songs : Liar Liar, Advice

Luke Holland - Santa Claus Is Coming to Town
account : LukeHollandDrums


saya menyukai drums, walau tidak dapat memainkannya dengan baik, saya menyukainya. Luke Holland adalah salah satu drummer youtube favorit saya. caranya memainkan drums begitu khas. namun, ciri khas permainannya cukup kontroversial di antara viewers youtube. banyak yang mengatakan bahwa 'khas' nya terjadi hanya karena dia membuat begitu banyak fill. namun, menurut saya justru di situlah sisi menariknya. i love fills. and so do many viewers. cover 'Santa Claus Is Coming to Town' (Jackson 5) kembali membuat saya tercengang melihat permainan drumsnya. sama seperti saya pertama kali melihatnya pada cover lagu 'Starry Eyed'. it is all about skill and passion. they make a fine unique playings.


Dave Days - Snapback Santa Hat
account : davedays


Dave Days ini adalah salah satu musisi youtube terunik. lagu apa saja dapat ia ubah dengan gayanya. biasanya lagu yang ia buat agak bernuansa pop punk. sama seperti 'Snapback Santa Hat' ini. 'Snapback Santa Hat' adalah remake dari 'Jingle Bells'. remake juga merupakan satu ciri dari Dave Days. namun, beberapa waktu belakangan ini, ciri khas Dave Days semakin berkurang. dahulu ia selalu mengenakan topi putih dan polo shirt hijau di setiap video yang ia buat. ia juga begitu bangga untuk mengenakannya. lucu sekali melihatnya. itu adalah salah satu alasan saya men-subscribe Dave Days. gitar SG left-handed yang dulu selalu menyertainya juga sudah jarang terlihat lagi. namun, Dave Days tetap berkarya sesuai dengan dirinya pada lagu lagu yang ia buat. segi entertainment pada lagu-lagunya juga masih jelas terlihat. video Dave Days yang paling melekat di diri saya merupakan parodi 'If I Were a Girl'. benar benar entertaining.


FreddeGredde - 12 Christmas Songs
account : Freddie25


FreddeGredde (atau Fredrik Larsson) merupakan the most talented underrated youtube musician ever! ketidakeksisannya sangat patut dipertanyakan. he can really play music. people should notice him more! dia tidak hanya dapat memainkan berbagai alat musik, sangat mahir bermain gitar, dan dapat bernyanyi dengan baik, ia juga mempunyai ciri yang unik. bisa dibilang FreddeGredde saya subscribe karena ia selalu membuat medley yang lucu. saya pertama kali melihatnya pada '32 Songs in 8 Minutes' sangat menarik. selain ia dapat memainkan lagu yang berbeda, pemilahan lagunya juga membuat lagu enak didengar. pada '12 Christmas Songs in 4 Minutes' ia juga menyertakan lagu-lagu yang menarik seperti 'What's This' dari The Nightmare Before Christmas dan 'Happy Xmas (War Is Over)' dari John & Yoko The Plastic Ono Band. thumbs up untuk FreddeGredde atas musikalitasnya yang luar biasa. 

another cool videos by him : The Cartoon Medley, 32 Songs in 8 Minutes
cool covers he did : Killer Queen (Queen), Fur Elise (Ludwig Van Beethoven)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

quick note!
my band (or duo?) is now available on Last.fm
please, do check it out : http://www.last.fm/music/Minor+Mardy
and don't forget to visit our Kaskus page too : Minor Mardy on Kaskus

thank you very much! have a jolly christmas!

Sunday, 18 December 2011

For You and From You

saya tenggelam pada masa masa yang agak sulit belakangan ini. masa dimana saya tidak dapat mendengarkan musik adalah apa yang saya sebut kelam. rasanya seperti terkurung pada kebebasan. aneh. janggal. saya tidak terbiasa untuk tidak mendengarkan musik dan mencarinya.

jadi, sekarang saya sedang berusaha untuk kembali pada kesenangan itu. kesenangan untuk mencari musik baru yang belum pernah saya ketahui. namun, butanya diri saya menyebabkan saya tidak mengetahui apa yang harus saya cari. untuk itu saya meminta bantuan followers saya di Twitter untuk memberikan rekomendasi musik yang patut saya dengarkan. ternyata hal ini sangat membantu. terima kasih banyak untuk yang memberikan feedback di Twitter :)

Young The Giant 
direkomendasikan oleh @


first impression : My Body, from the album Young The Giant
my feedback : "wooooooooo, nice music taste! go on go on!"

musik dari band Young The Giant ini asik, seru. typical band rock amerika kebanyakan dengan sentuhan alternative. sing along di gig mereka bakal seru banget saya rasa. lagunya banyak unsur shouting dan jumping, nicely done. riff-riff gitarnya juga mudah, tapi tidak mengurangi keindahan musik mereka. sometimes less is more. tapi di lagu-lagu berikutnya yang saya dengarkan, riff-riff yang mudah itu justru terdengar membosankan dan mudah ditebak. nilai plus saya berikan kepada sang vokalis. enak. pada satu detik suaranya terdengar sangat lembut, detik berikutnya tough dan keras, cool, thumbs up.

http://www.last.fm/music/Young+The+Giant
similar to The Airborne Toxic Event, Foster The People

Tristanologi
direkomendasikan oleh @

 

first impression : Morning Light
my feedback : "eargasmic! two thumbs up!"

viva la acustica :) ini satu satunya rekomendasi dari Indonesia yang saya dapat. sebagai penggemar akustik, saya harus bilang musik dari Tristan ini sangat enak didengar. petikan-petikan gitarnya membuat saya terhanyut. benar-benar eargasmic. di satu saat lagunya terdengar seperti ambient dan chill, tapi vokal membuat lagunya menjadi terdengar seperti folk. memang terlihat seperti tidak konsisten, tapi kalau didengar tidak masalah. namun, vokal agak kurang clear saat mixing. entah disengaja atau tidak, saya merasa janggal. tapi hal tersebut tidak berpengaruh banyak, overall, this one is a really nice band

http://www.myspace.com/tristanologi
similar to Kings of Convenience, The Trees and The Wild

Neutral Milk Hotel
direkomendasikan oleh @



first impression : Oh Comely, from the album In The Aeroplane Over The Sea
my feedback : "lumayan nih, tapi ga terlalu nyantol"

mungkin saya memang aneh. ketika saya melihat feedback publik pada youtube dan last.fm lagu Oh Comely, mereka memujanya. namun, hal tersebut tidak terjadi kepada saya. saya menyukai musiknya. halus. musikalitasnya juga tinggi. tapi mungkin saya memang tidak menyukai folk yang sangat folk? oke saya sendiri bingung. saya menyukai Noah and The Whale, atau Fleet Foxes. memang agak berbeda walau sama-sama folk. namun pada band yang satu ini saya agak janggal. hal serupa terjadi pada Laura Marling. gila memang. semua orang memujanya, melainkan diri saya. tapi itu semua masalah selera. sayang. mohon maaf saya tidak dapat memberikan feedback tentang band yang satu ini.

http://www.last.fm/music/Neutral+Milk+Hotel

okay! that was it everybody. enjoy listening :) thanks for the recommendation!

Friday, 25 November 2011

Paus dan Mobil Mewah



terima kasih teman sekelasku, atas kalimat-kalimatnya yang indah ini.

"masih banyak ikan di laut!", ia berkata kepadaku. seakan memancing adalah hal yang mudah. seakan jala tidak pernah mencabik rumput laut. "namun, hanya ada beberapa ikan paus di samudera!", sangkal diriku yakin. mungkin mencari ikan memang mudah. tengoklah, yang aku cari adalah paus, bukan ikan biasa.

ia terdiam
aku menunggu dirinya.

lalu ia berkata kepadaku, "tahukah kamu kalau ia terbiasa menaiki becak, ojek, dan metro mini?". kini akulah yang terdiam. apa hubungan antara paus dan angkutan umum? belum sempat aku bertanya, ia kembali berbicara kepadaku,
"kau lebih dari sekedar hal itu!"
"kau itu ferrari, lamborghini, atau semacamnya!"
"ia tidak terbiasa menaiki semua itu, kau terlalu spesial, ia tidak pernah ingin melukaimu!"
"tidak ada orang yang ingin mencabik mobil mewah mereka"

aku terdiam. ingin menyangkal bahwa diriku bukanlah ferrari atau lamborghini. aku tidak pernah merasa mewah. aku tidak pernah ingin terlihat angkuh.
aku pun sudah terluka, sudah tercabik. jelas aku bukan ferrari. aku bukan lamborghini.

"kau tidak suka ferrari? kalau begitu pilih mobil yang kau sukai!", ia bertanya kepadaku. aku menjawab dengan penuh rasa malu, "aku ingin menjadi vw combi. ia terlihat tegar walau tercoreng, dan bangga dengan orang-orang di dalamnya". "jadilah kau vw combi yang berharga!", sahutnya penuh antusias. dan rasa percaya diriku mulai bangkit. semua orang adalah mobil mewah bagi seseorang yang mereka sayangi. aku adalah mobil mewah bagi seseorang yang aku sayangi. diriku spesial. dirinya juga spesial. semua spesial.

"namun kau juga belum menyadari sesuatu", kicaunya terdengar lagi. aku menunggu ocehannya. "ia adalah pausmu yang berharga. ia unik. ia bukan ikan. ia adalah paus!" mungkin memang benar. mungkin aku memang telah menemukan paus di antara jutaan ikan yang biasa itu.

"ya, mungkin dia memang pausku!"
"tapi apakah kau tahu, paus itu telah menyelam terlalu dalam! menyelam menuju hitamnya lautan! terlalu dalam, sampai aku tidak dapat melihatnya lagi!"

ia kembali terdiam. ia mengerti betul apa yang aku rasakan.

aku sudah tidak dapat melihat pausku lagi. aku tidak dapat mengenali dirinya lagi.
bahkan terasa sulit untuk mengenang apa yang telah aku lewati bersamanya. terlalu pahit.
pausku menginggalkanku bersama ikan-ikan lainnya. meninggalkanku pada guncangan ombak kehidupan.

"tapi..." ia mulai mengoceh lagi, air mataku mulai menggenang, "...tapi kau juga tahu betul bahwa pada akhirnya paus itu akan kembali ke permukaan. ia akan ke permukaan untuk menghirup udara. ia tidak dapat menyelam tanpa udara" aku tentu setuju akan hal itu. "kau adalah udara itu! mungkin kau belum menyadarinya, namun seberapa dalampun pausmu menyelam, ia akan kembali menghirupmu! ia tidak dapat hidup tanpamu! harus denganmu!".

aku menangis. entah aku setuju akan pernyataan itu, atau terlarut dalam pahitnya kenyataan. kapan ia akan menghirupku lagi? kapan ia akan menyadari bahwa aku adalah bagian dari dirinya?

"terima kasih atas semua kata-katamu yang berharga itu", kataku dalam isak tangis. ia tersenyum. ia membiarkanku terlarut dalam kata-katanya.

dan larut malam menarikku menuju indahnya pulau impian.
aku telah hilang dilahap samudera kehidupan, lalu aku bangkit atas kalimat-kalimat itu.
permukaan adalah tempat aku menunggu.



Sunday, 2 October 2011

Penghuni Rumah Kayu

     aku melihat dari balik jendela rumahku. melihat rumah kayu yang penuh dengan debu. rumah tua, setua kakekku. masih berdiri tegak dan menyambut indahnya pagi. betapa hebatnya dia, ketika manusia hilang ditelan dunia, ia berdiri di sana, seakan dunia adalah hal yang mudah.

     aku melihat dari balik jendela rumahku. seorang anak belia, kira-kira berumur sama denganku, 10 tahun. anak laki-laki berrambut hitam seperti tinta, bermuka kotor penuh dengan cat. tangannya gemetar memegang kuas. sudah berjam-jam kulihat ia duduk di atas kursinya yang reot, melukis alam. ia tersenyum dari balik jendelanya yang kotor. menatapku yang menatapnya, kubalas senyuman itu. lalu ia kembali melukis alam. hilang pada fantasinya.

     aku menyambut pagi bersama teman-temanku. bermain dengan alam, dan bercengkrama di bawah langit. pepohonan memancarkan bias keemasan, embun pagi menerpa wajah-wajah muda kami. teman-temanku tertawa lepas, bermain seperti layaknya anak angin. tapi anak tinta tidak ada di sana. ia tidak pernah ada di sana bersama kami. kami adalah anak paling bahagia di dunia, namun tidak pernah berani untuk datang ke rumah kayu. gunjingan tentang rumah itu terlalu seram untuk diceritakan kepada kami yang masih belia. kematian, hantu, pembunuhan, tidak jarang disebut-sebut bersamaan dengan rumah kayu itu. dunia telah membuat rumah kayu itu mati akan pandangan. dunia telah membuat anak tinta, si penghuni rumah kayu, hilang dalam keganjilan.

     sungguh disayangkan menurutku. aku yang selalu melihat anak tinta dari balik jendelaku tentu tahu apa yang selalu ia perbuat. melukis, dan mengurus ibunya yang gila. lukisannya selalu penuh dengan warna. sangat berbeda dengan rumah kayunya yang gelap dan mati akan impian. aku senang melihatnya melukis. seperti melukis mimpi. melukis jutaan mimpi. tidak jarang ia memergokiku yang selalu menatap dirinya. tapi ia selalu tersenyum akan hal itu. tidak pernah merasa terganggu. tidak pernah merasa malu.

     ia adalah anak yang baik, kurasa. anak seumuran kami selalu bermain dan melihat indahnya dunia. mengenyam pendidikan, dan piknik bersama keluarga. tapi anak tinta selalu berada di rumah kayu, menemani ibunya. terkadang kulihat mereka tertawa bersama. ia tidak dapat meninggalkan ibunya. meninggalkan ibunya yang akan mati karena kegilaannya itu. anak tinta yang penuh dengan impian mengurung mimpinya untuk seorang yang paling ia cintai. kamu sungguh tegar melawan arus hidup, aku tidak yakin kamu adalah manusia, anak tinta. kamu pasti suatu dewa yang abadi.

-----

     aku melihat dari balik jendela rumahku. anak tinta yang tidak pernah lelap pada malam hari. ketika pantulan cahaya bulan menyapa kami yang tertidur, ia keluar rumah untuk duduk di atas rerumputan. rerumputan di pekarangan rumahnya sungguh tinggi. tidak pernah ada yang mengurusnya, tidak jelas bentuknya. aku sendiri yakin, kalau aku yang pendek ini bisa tenggelam dalam laut rerumputan itu. lalu ibuku akan histeris melihat mayatku yang mati kelaparan karena tidak dapat keluar dari rerumputan. tidak ada yang salah dengan imajinasiku. anak tinta hanya perlu merapikan pekarangan rumahnya.

     malam ini anak tinta memandang berjuta-juta bintang dengan penuh rasa kagum seperti biasanya. terkadang ia akan tertidur sampai pagi di atas rerumputan itu, terkadang juga ia kembali masuk ke dalam rumah kayunya untuk mencegah ibunya membenturkan kepala ke pondasi rumah. namun kali ini, sepertinya ia akan tertidur sampai pagi di atas rerumputan. ibunya sudah terlelap tidur di kamarnya. tertidur di bawah lukisan alam yang penuh dengan impian.

     mata anak tinta berbinar-binar melihat angkasa, tubuhnya menggigil karena dinginnya malam, tangannya mencabut-cabuti rerumputan sampai ke akar-akarnya. lalu ia mencibir. pelan, pelan, pelan, lalu lama-lama menjadi keras. "aku akan segera mati", kudengar. tidak ada jarak antara dia, pagar rumahku, dan kamarku. apa yang ia katakan terdengar jelas. "aku akan segera mati", ulangnya. aku takut mendengarnya. ia tertawa kecil memeluk dirinya. apa ia tertular kegilaan ibunya? apa jutaan mimpi lukisan terkubur dalam kegilaan? aku takut. aku berlari keluar kamarku, menaiki anak tangga,  melewati kamar kakak-kakakku, melewati kamar mandi yang meneteskan air, dan akhirnya masuk ke dalam kamar orang tuaku. "ada apa?", tanya ibuku. ibu paling cantik di dunia. "tidak ada apa-apa", jawabku bohong. namun aku menangis. aku tidak mengerti mengapa aku menangis. ibu memelukku, mengizinkanku untuk tidur di kamarnya malam ini. mengajakku melupakan apa yang telah aku saksikan. hal yang terlalu sulit untuk aku pahami.

     sepanjang malam aku memikirkannya. apakah benar yang baru saja kudengar? anak tinta akan mati? aku mengintip-intip dari jendela lantai dua, kamar orang tuaku. anak tinta masih ada di sana. menatap keindahan angkasa. ia tersenyum, menit berikutnya ia menangis, lalu tersenyum lagi. ia terlihat begitu lelah, namun di saat yang bersamaan, begitu bebas. aku kagum dan prihatin kepada anak itu. mimpi-mimpinya pasti begitu indah. dirinya sendiri begitu indah. aku akan terus mendukungmu anak tinta, kamu tidak boleh mati. aku mendukung dari balik jendela rumahku, dan aku pikir kamu dewa yang abadi. aku mendukungmu untuk meraih mimpi-mimpimu. mimpi yang penuh warna itu.

-----

     berhari-hari aku melihat dari balik jendela rumahku. anak tinta duduk di atas kursi reot, melukis di kamarnya. ia tidak pernah keluar lagi setelah malam itu. ia selalu melukis, membelakangi rumahku. aku tidak dapat memandang wajahnya yang selalu tersenyum ketika melukis. ya, ia membelakangi rumahku. tidak yakin aku harus sedih atau bagaimana. yang jelas, aku rindu akan dirinya. rindu akan senyuman anak tinta. rindu melihat matanya yang berbinar-binar menatap langit. rindu untuk melihat lukisannya yang penuh impian.

     aku terbiasa akan hilangnya anak tinta. kubiarkan ia hilang dalam fantasinya. kubiarkan ia melukis, dan aku melanjutkan hidupku.

-----

     suatu sore yang hening, aku pulang dari sekolah bersama teman-temanku. kami melewati rumah kayu. ia masih berdiri tegak di sana. elok dengan latar belakang langit keemasan. burung-burung terbang dan hinggap di atap rumah itu. pemandangan yang indah. namun, kaget melihatnya, seorang wanita kurus kering keluar dari rumah kayu itu. ia mengenakan gaun malam berwarna putih. berbicara kepada dirinya sendiri, berbicara kepada langit dan bumi, berteriak kepada pepohonan. tidak salah lagi, ini pasti ibu anak tinta. kami terdiam melihatnya. para tetangga yang penasaran juga keluar dari dalam rumah untuk menyaksikan kejadian ganjil ini. wanita itu tidak pernah keluar dari rumahnya. anak tinta selalu menyembunyikan ibunya.

     ia memanggil Tuhan dan Iblis. menari bersama angin. terjatuh bersama hidupnya. lalu ia membakar dirinya sendiri. dimana anak tinta berada? ibunya yang gila keluar menuju dunia, dan ia tidak mencegahnya. wanita itu merasa perkasa, ia menantang langit. menantang rerumputan. dan bara api terus menyala. rambutnya yang hitam terbakar merah layaknya daun gugur. tubuhnya yang kurus kering menahan panasnya api. gaun malamnya yang indah menghilang menjadi debu. ia menatapku layaknya Iblis. matanya terbelalak menahan rasa sakit. bukan rasa sakit yang panas dan membakar. namun rasa sakit yang terkubur pada dirinya. lalu ia bersumpah akan kematian dan kerasnya kehidupan. dan lagi, seperti Iblis, ia tertawa dalam bara api.

     tetangga-tetanggaku terburu-buru menyelamatkannya. kemudian air membasahi dirinya, ia terjatuh kelelahan. selamat. ia baik-baik saja, namun dengan luka bakar. paling tidak, ia tidak mati. dan hilang rasa sakit pada wajahnya. kosong.

     wanita itu mulai menangis. memohon agar Iblis segera memenggal kepalanya. kami terdiam. membiarkan kesunyian mengambil alih segalanya.

     namun aku tidak mempunyai waktu untuk diam. aku berlari melewati rumah kayu dan tetangga-tetanggaku. aku masuk ke dalam rumahku, menendang pintu kamarku dan membuat boneka-bonekaku jatuh ke lantai, aku melakukannya hanya untuk melihat rumah kayu dari balik jendela. kulihat jendela kotor itu. anak tinta masih di sana. duduk di atas kursi reot, melukis membelakangi rumahku. ini sungguh aneh, terlalu aneh untuk diriku. janggal.

-----

    anak tinta sudah mati. ia tidak dapat mencegah ibunya keluar dari rumah kayu. ia sudah mati.

    sungguh ramai sore itu. pemandangan yang tidak biasa. hariku terbiasa hening. namun ramai di kala itu. ambulans dan mobil polisi berdatangan ke rumah kayu. ibu si anak tinta yang gila dan terluka segera diberikan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit jiwa. sudah tidak ada lagi yang dapat mengurusnya. ia berteriak-teriak kepada langit, berkata ia melihat anak tinta di angkasa, bermain bersama awan. aku percaya akan hal itu. percaya sepenuh hati. anak tinta pasti sedang bermain bersama awan. menertawakan manusia yang sempit pikiran dan gemar bergunjing.

     mayat anak tinta dibawa keluar. ia sudah mati. anak tinta mati saat melukis membelakangi rumahku. apa yang kulihat dari balik jendela kamarku adalah kerangka anak tinta. ia mati di atas impian-impiannya.

     berpuluh-puluh lukisan alam dibawa keluar. rumah kayu dikosongkan. ia kehilangan penghuninya. hilang selamanya.

     habis sudah cerita tentang penghuni rumah kayu. yang satu hilang akan kerasnya dunia, terpuruk dan tidak tidak dapat bangkit kembali. yang satu hilang pada impian, membiarkan mimpi-mimpinya terbang di angkasa, tertidur selamanya.

     namun untukku, salah satu dari mereka adalah pelukis terhebat sepanjang masa, lebih hebat dari pelukis ternama. seorang teman dekat, lebih dekat dari tulang dan kulitku. dan seorang penjaga impian, menjaga mimpiku supaya tidak mati seperti mimpinya. ya, yang kumaksud adalah kamu, anak tinta.

"aku bermimpi untuk kupendam. aku mewarnai duniaku dengan mimpi. aku mencintai orang mati. orang mati membuatku mati. lelah aku akan kehidupan. meninggalkan warna-warna dan jutaan bintang."

Monday, 26 September 2011

Morning Dew

     musik sering kali saya gunakan untuk penyemangat di pagi hari. hari baru membutuhkan pandangan baru. terkadang kita lupa untuk menyambutnya dan terperangkap pada gelapnya malam. di sini saya punya sederetan lagu yang akan menemani saya menyambut pepohonan dan bias cahaya pagi. lagu-lagu ini dapat membuat saya semangat. mengingatkan saya akan hebatnya dunia. betapa perkasanya alam. betapa indahnya kehidupan.

dan pagi memberikan cahaya keemasan untuk kita raih. sia-sia manusia yang melupakannya. 

1. Dear Prudence oleh The Beatles


     saya selalu memiliki kesenangan yang medalam ketika mendengarkan lagu ini. lagu ini selalu mengajak untuk bermain. melihat cerahnya hari. belajar untuk menyambut hari-hari yang baru. mengetahui bahwa saya, kamu, manusia merupakan anugerah dunia. belajar untuk tidak melupakan alam. tersenyum ketika menghadapi sesuatu, menerima sesama. lagu ini cukup hebat dalam membangkitkan semangat di pagi hari. liriknya mudah dipahami dan tidak bertele-tele. The Beatles adalah band pengubah dunia. mereka dapat mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan. memberikan pandangan baru akan kehidupan. bagaimana pohon menari dan angin bercanda ria. bagaimana cahaya menggelitik dan air tertawa bersamanya.


2. Every Teardrop Is A Waterfall oleh Coldplay

 
      Coldplay selalu mempunyai pandangan hebat dalam menyibak arti kehidupan. 'Every Teardrop Is A Waterfall' sukses membuat saya kagum akan kehebatan mereka memberikan semangat hidup. lagu ini mengajarkan saya untuk bangkit ketika saya berada pada hal yang salah. tidak ada yang dapat menghentikan saya untuk bangkit kembali dari longsor kehidupan. melihat sisi baik di setiap hal yang ada. mengajarkan saya untuk terus maju tanpa melihat ke belakang. oleh karena itu lagu ini sangat pantas didengarkan pada pagi hari, memulai kehidupan dengan pandangan positif bahwa kita akan terus maju, apapun yang terjadi. nanyikanlah lagu ini bersama asamu, ia bangga mendengarkanmu. ia bangga akan dirimu.

3. Bitter Sweet Symphony oleh The Verve



      manusia adalah orang yang berbeda setiap harinya. selalu mempunyai ide-ide baru, watak baru, cara pandang baru. kita adalah orang yang berbeda setiap harinya, dan kita tidak dapat mengubahnya. sama seperti manusia, kehidupan juga selalu berganti arah. tidak selamanya kehidupan memiliki berjuta-juta konfetti. tidak selamanya kehidupan terbakar harga diri. tidak selamanya kehidupan jatuh dan mati pada dasar dunia. lagu ini cukup mengajarkan semua itu kepada saya. dan pada saat kita berada di bawah, selalu ada melodi kehidupan yang mengangkat kita kembali ke atas dunia. dengarlah pada pagi hari, dan sadarlah, dunia dan manusia tidak pernah sama. mereka tidak pernah puas berubah.

4. Wake Up oleh Arcade Fire



     saya tidak henti-hentinya mengelukan band yang satu ini. pertama kali saya mendengarkan 'Wake Up', saya seperti dilahirkan kembali dari kerasnya kehidupan. lagu ini cukup mengajarkan kepada saya bahwa kita tidak perlu malu untuk membuat suatu kesalahan. kesalahan adalah bagian dari kehidupan. walaupun arti dari lagu ini kurang terlihat, segi musikalitasnya begitu mengajak untuk bangkit. semangat. raih sesuatu yang baru. lihat jalan kehidupan. lihat arah yang kita tuju, apa yang kita mau, apa yang harus kita raih.

5. Dog Days Are Over oleh Florence + The Machine



     sama seperti saat mendengarkan 'Dear Prudence', lagu ini juga membuat saya senang ketika saya mendengarkannya. isi dari lagu benar-benar mengajak untuk semangat. saat bermalas-malasan sudah selesai, saatnya bersenang-senang dan melihat kehidupan. berlarilah untuk dirimu. berlarilah untuk Ayahmu, Ibumu, saudara-saudaramu. banggakanlah diri mereka. banggakan dirimu. kesempatan untuk bangkit tidak datang berulang kali. selagi ada kesempatan itu, gunakanlah sebaik mungkin. buat harimu menjadi hari yang indah. isi dengan semangat. isi dengan kesenangan. harimu itu indah.

pengeluh hanyalah angin yang berlalu. kita tegar seperti matahari.

Monday, 19 September 2011

Sulutan Api di Bumi Mahakam

Bagai matahari kita hidup, bagai noda kita terbuang

 salah satu wartawan yang memanjat ke atas gedung SMAN 6 Mahakam dan dibujuk turun oleh Polisi

semua yang saya tuliskan merupakan opini. Opini ini juga dituliskan berdasarkan apa yang saya lihat pada siang hari tadi, dan juga apa yang saya dengar dari sumber yang saya percayai.

Senin, 19 September 2011 - siang ini, seusai saya dan teman-teman saya melaksanakan Ujian Awal Semester hari ketiga, peristiwa bentrok antara lembaga pendidikan SMAN 6 Mahakam dan wartawan pun terjadi.

     saya merupakan siswa SMAN 6 Mahakam kelas XII. hanya seorang murid biasa, tidak teladan, tidak pintar, bukan anak emas. jauh dari semua itu.
namun saya juga bukan sampah yang tidak mengetahui posisi saya.

     semua ini dimulai ketika SMAN 6 Mahakam dan SMAN 70 Bulungan tawuran pada hari Jum'at lalu. seorang wartawan yang merasa kekurangan gambar tawuran tersebut menuju ke gerbang SMAN 6 Mahakam untuk mengambil beberapa gambar. tentu saja beberapa murid yang merasa terancam tersulut emosinya dan merampas kaset dari wartawan tersebut.

      Pagi ini para wartawan datang untuk meminta pertanggung jawaban dari Kepala Sekolah. menurut beberapa guru SMAN 6 Mahakam, wartawan tersebut sudah bertemu dengan Ibu Kadarwati selaku Kepala Sekolah sebanyak tiga kali.

     Siang ini saya melihat beberapa peristiwa. Pada awalnya saya belum memedulikan kehadiran wartawan pada siang hari itu, "Yah, namanya juga wartawan", saya pikir. namun semua itu berubah ketika beberapa kericuhan kecil terjadi. saya bergegas menuju gerbang. tidak seperti hari lainnya, gerbang itu tergembok dari dalam. mengurung kami semua. mengurung kami dalam keamanan dan keselamatan.

     "Turun kau dari sana!", teriak seorang guru Kimia. Ia menatap ke langit-langit, ke atap gedung SMAN 6 Mahakam, atap Pos Satpam. seorang wartawan memanjat gedung sekolah saya, mengotorinya dengan sepatunya. ia menginjak sekolah saya, tempat saya meraih pendidikan selama 2 tahun terakhir. "Woi, ngapain lo di sana!" teriak saya kepada wartawan itu. "Turun! Apa-apaan kamu!", "Tunjukkan etikamu!" teriak warga kantin dan guru-guru. tapi semua teriakkan itu hanya dibalas dengan ancaman oleh wartawan itu, "Jangan bicara soal etika kepada saya!", "Awas kamu, saya bisa menuntut!" sambil menunjuk-nunjuk ke arah saya dan orang-orang yang berada di bawah.

"Kerja wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers". Bagaimana dengan hak kami? hak ketenangan kami, hak kami mengenyam pendidikan. kami membela sekolah kami. kenyamanan dan keamanan kami dinganggu oleh seonggok wartawan yang menjaga "harga diri". tidakkah kamu akan melakukan hal yang sama terhadap sekolahmu? dimana kamu mendapatkan kenangan dan dasar pendidikan yang kamu raih. tempat dimana kamu belajar untuk menggapai cita-citamu. tempat dimana kamu belajar untuk menjadi wartawan.

Manusia merasa hebat akan keperkasaannya, namun enggan hilang dalam rasa malu.

     Beberapa saat setelah peristiwa naiknya wartawan tersebut, orang-orang yang ingin keluar/masuk gerbang SMAN 6 dikepung oleh wartawan. beberapa teman seangkatan saya berjalan menuju sekolah dari arah Taman untuk mengambil motor dan pergi dari tempat kejadian. namun, pada saat ia baru saja keluar dari gerbang bersama motornya, wartawan mulai mengepungnya (mungkin ingin mengambil gambar), namun dari kepungan itu muncul satu pukulan, dua pukulan. ricuh. "Itu teman saya!", teriak teman-teman saya dari dalam gerbang, "Bu! tolonginin dia, Bu!". "Anakku! Anakku!" teriak Ibu Husni, guru Fisika saya ketika saya kelas X. Ibu Husni merupakan guru yang sangat peduli dengan anak didiknya. walaupun terkadang ia berbeda pendapat dengan kami semua, namun ia tetap guru yang melindungi kami. lalu, teman saya menjatuhkan motornya, melindungi dirinya dan masuk kembali ke dalam Mahakam.

     setelah itu muncul beberapa kericuhan kecil lagi. kamera tertuju pada gerbang kami dan meliput kami semua. banyak dari para wartawan yang memprovokasi para guru. caranya dengan bertanya  dengan nada menjengkelkan dan terus menerus tentang "anak didik". "Bagaimana ini pak anak didiknya?", "Tolong itu anak didiknya diajarkan sopan santun!". bahkan kabarnya seorang guru BK dilemparkan mangkuk soto ayam oleh wartawan ketika ia berusaha melerai. (belakangan diketahui bahwa yang terkena lemparan merupakan guru Geografi).

tidak lama dari itu saya pulang ke rumah. memantau kejadian melalui internet.

     kejadian terbaru yang saya dapatkan merupakan : polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun, tembakan peringatan tersebut tak digubris kedua pihak. Kericuhan pun semakin menjadi saat ada seorang anak SMA yang ditemukan bersimbah darah di depan SMA 6 (sumber : detiknews).


     melihat semua ini membuat saya sadar, betapa jauhnya Indonesia dari persatuan. betapa jauhnya dunia dari perdamaian. betapa sulitnya menjalankan diplomasi ketika emosi mengambil alih segalanya. betapa kurang dewasanya masyarakat dalam mengambil tindakan. dan betapa naifnya manusia akan kemenangan semata.

     dengan mudahnya penghormatan saya terhadap wartawan hilang. saya kuburkan dalam-dalam fakta bahwa saya pernah ingin menjadi seorang wartawan. bagai noda mereka terbuang. (namun belakangan ini saya juga menyadari bahwa tidak semua wartawan melupakan kode etik jurnalistik mereka, saya masih mempunyai respek tinggi terhadap wartawan yang patuh terhadap kode etik tersebut).

     mungkin dalam hal ini, kedua pihak memang melakukan kesalahan. namun tidak seharusnya kesalahan tersebut ditindak lanjuti seperti ini.
kedua pihak adalah salah. selesai.

Monday, 18 July 2011

Arti Sebuah Gambar


     terkadang, kecantikan yang terdapat pada sebuah gambar tidaklah dilihat dari warna, cahaya, maupun objek yang ada pada gambar tersebut. betapa kaya akan warna yang menghipnotis. betapa gelapnya salah satu sisi. betapa indahnya matahari yang perkasa itu.

     namun, bagaimana cara kamu mengartikan gambar tersebut terhadap kehidupanmu sebagai sesuatu yang berharga. cerita yang terdapat dibalik gambar yang penuh warna itu. cerita akan sisi gelap dan terang suatu kehidupan. cerita yang kamu dapat bersama orang-orang yang berada dalam kehidupanmu.


Sunday, 3 July 2011

Musikal : Laskar Pelangi


kemarin (Sabtu, 2 Juli 2011) saya pergi ke Taman Ismail Marzuki yang berada di daerah Cikini, Jakarta. tempat itu bisa dibilang sebagai tempat yang paling berseni di Jakarta. seperti yang anda semua ketahui, pameran dan pementasan seni sering digelar di sana.

hari itu, saya berjalan menuju Teater Besar Jakarta untuk menonton sebuah drama musikal yang sudah dikenal banyak orang, Laskar Pelangi. diambil dari sebuah novel karya Andrea Hirata dan disutradarai oleh Riri Riza. ini adalah kali pertama saya menonton sebuah drama musikal. dahulu saya sudah pernah menonton suatu drama, Parodi Romeo & Juliet, namun tidak musikal.

sejak tahun lalu, drama musikal yang satu ini telah menarik perhatian orang-orang. tahun ini pun jumlah peminatnya tidak berkurang.

Dira Sugandi (sebagai Bu Muslimah) dan Patton Idola Cilik (sebagai Mahar) merupakan dua di antara sekian banyak pemain yang patut diacungi jempol. suara para pemain benar benar berkualitas tinggi. tingkat musikalitas seorang Erwin Gutawa tidak dapat diperdebatkan. koreografi rumit dari Hartati merupakan salah satu yang membuat saya tidak dapat berkata-kata. setiap elemen tersebut dapat menggambarkan suasana dengan tepat. baru saja drama sampai pada adegan ke-2, saya sudah ingin meneteskan air mata karena hebatnya aksi panggung para anggota.

Babak 1 :
  • Inilah Kampong Gantong : "Nasib Tak Kan Berubah 1"
  • Menanti 10 Murid : "Sepuluh, Sepuluh"
  • 5 Tahun Kemudian : "Anak Pelangi"
  • Pemilihan Ketua Kelas : "Ketua Kelas"
  • Lintang : "Anak Pesisir"
  • Kelas Pak Harfan : "Jangan Menyerah"
  • Toko Sinar Harapan : "Jari Jari Cantik"
  • Pak Bakri : "Sekolah Miring"
  • Belajar Di Luar Kelas : "Sahabat Alam"
  • Karnaval : "Mahar & Alam"
Babak 2
  • Kuli Kuli : "Nasib Tak Kan Berubah 2"
  • Kapur Lagi, Kapur Lagi!
  • Semua Berduka Di Timur Belitong : "Blues Nasib Tak Kan Berubah"
  • Muslimah : "Hilangnya Harapan"
  • Cerdas Cermat : "Lintang"
  • Perginya Si Cemara Angin : "Menanti Ayah, Menanti Lintang"
  • Berita Dari Lintang : "Salam Perpisahan"
  • Kembali Ke Kampong Gantong : "Nasib Telah Berubah"

seorang yang patut saya beri ratusan jempol adalah seorang Kucai (diperankan oleh Bastian Bintang Simbolon). aktingnya pada adegan "Pemilihan Ketua Kelas" sukses membuat semua orang menyukainya. sangat tidak dapat dilupakan. "Jari Jari Cantik" Toko Sinar Harapan juga merupakan adegan yang sangat menarik, dimana A Ling (diperankan oleh Namira Raisha) menarikan tarian ballet di samping Ikal (diperankan oleh Kelvin Sugiharto). Karnaval "Mahar & Alam" juga suatu adegan yang sangat diingat orang.

tiba di penghujung acara, cerita berada pada klimaks, Semua Berduka Di Timur Gantong menyanyikan sebuah Blues yang tidak dapat saya lupakan. suara Dira Sugandi menggelegar menyanyikan sebuah Ballad "Hilangnya Harapan". "Perginya Si Cemara Angin" dan "Berita Dari Lintang" juga merupakan adegan di mana para penonton meneteskan air mata.


drama musikal ini adalah drama musikal yang sangat saya rekomendasikan. membuatmu dapat bertanya-tanya "seperti ini kah rasanya menonton Broadway?", "seperti ini kah rasanya berkarya tanpa halangan?".

keluarga saya memang penyuka seni, walaupun berbeda-beda kategorinya. kalau saya cenderung menyukai semua, walau tidak mendalami detail demi detail dari "semua" itu. menonton drama musikal seperti ini adalah suatu kebanggaan bagi saya. mereka dapat mengetuk hati saya untuk terus berkarya. suatu pengalaman yang tidak dapat saya lupakan. sebuah drama musikal Laskar Pelangi.

Monday, 27 June 2011

Journal #16

     setelah saya sangat lama tidak mengepost. akhirnya saya mengepost juga. walaupun hal yang akan saya post ini tidak begitu penting, namun saya cukup senang untuk berbagi tentang hal ini :) walaupun jatuhnya seperti curhat, tapi biarlah :p

1. Suck It And See


     hari Jumat kemarin (24 Juni 2011) setelah selesai ambil rapot, saya memesan CD Arctic Monkeys lewat Musik-plus Blok M. band ini adalah band yang sangat saya kagumi, dan saya merasa tidak rela kalau sama sekali tidak mempunyai discography-nya :p sepele memang, tapi bagi saya, membeli satu CD Arctic Monkeys adalah hal yang sangat berharga. jadi, saya memberanikan diri untuk impor lewat perantara sebuah toko CD/DVD yang saya sebutkan di atas. biasanya butuh waktu berbulan-bulan untuk mengimpor, namun saya tidak terlalu peduli akan berapa lama CD itu akan tiba.

     lalu, hari Sabtu malam (25 Juni 2011) saya dikabari bahwa CD tersebut sudah sampai di Musik-plus Blok M. saya senang sekali, waktu yang diperlukan untuk menunggu tidak begitu lama. jadi setelah tadi saya daftar ulang di sekolah, saya langsung mengambil CD tersebut di Musik-plus :)

2. Merchandise


     setelah tadi saya daftar ulang dan mengambil CD Arctic Monkeys, saya langsung pulang ke rumah (tapi mampir Gandaria City dulu, nonton Insidious #penting #ea #berarti-ga-langsung-pulang-dong). dan yang menanti saya di rumah adalah sebuah paket yang sudah saya tunggu tunggu. sebuah T-Shirt Arctic Monkeys dan Live DVD Compilation 2006-2011 : Arctic Monkeys.

     paket ini adalah sebuah hadiah dari sebuah perlombaan desain cover lagu Suck It And See yang diselenggarakan thread Cornerstone Arctic Monkeys Indonesia di Kaskus. terima kasih untuk kak hari23 yang telah mengirimkan saya paket yang indah ini :D

Friday, 27 May 2011

Sky Collides

saya mempunyai obsesi tersendiri terhadap angkasa. menatap langit membuat saya merasa tenang dan damai. saya suka membayangkan bahwa langit berwarna-warni, awan seperti aliran sungai, dan bintang seperti bunga. impian melayang-layang di angkasa. damai. senang rasanya jika dapat menggambarkannya. Tuhan adalah pelukis yang hebat.

terkadang saya juga membayangkan wajah Lennon di angkasa, atau Joplin. membisikkan suara-suara kedamaian dan kebebasan. seperti memberitahu bahwa kedua hal itu adalah hal yang dapat membuat dunia seindah bunga atau pemandangan pantai yang elok.

***
 
lagu yang saya buat ini ditujukan kepada seluruh pemimpi. dimana mereka memendam mimpinya dan memimpikan sesuatu yang bukan diri mereka. paksaan. hinaan.

Colourful-Flowery Sky

Look at you, sleeping tight underneath the sky
Colourful dreams, lighten my life like the sky
Seeing children fly with balloons, in the sky
Seeing mothers smile carrying sons, in the sky

Music of hopes
Even Poe couldn't make a swing
One chapter ruined you
Other chapter gamble

The dreams you made you want so bad
It makes you cry
And all the hopes you long so much
Didn't get to arise
My friend, pretend to be sky

Dogs and cats are not that fine
Sing this song and make them laugh
People hurt, people believe
That somebody's in their heart

Sing this song and make them
Believe of what you are
The dreams you made you want so bad
It makes you cry
My friend, you are the...

Sky, sky, sky
Sky, sky, sky
Sky, sky, sky
My friend, pretend to be...

Sky, sky, sky
Sky, sky, sky
Sky, sky, sky
My friend, you are the...

Dreams you made you want so bad
It makes you cry
And all the hopes you long so much
Didn't get to arise
My friend, you are the sky

Look at you
Sleeping tight underneath the sky
One chapter ruined you
Other chapter gamble

Monday, 9 May 2011

Flower Power

terkadang saya merasa seperti terjebak di generasi ini. generasi dimana lagu adalah "sex" dan musisi adalah "binatang". lagu adalah sebuah alat penjualan dan musisi mendapatkan segala yang mereka inginkan. saya ingin ke tempat dimana musik adalah tentang kebebasan dan kedamaian. dimana setiap nadanya mengartikan sesuatu. dimana musik dimainkan oleh tanganmu sendiri. saya terjebak di generasi binatang.


Janis Joplin adalah inspirasi terbesar saya pada saat ini. salah satu penyanyi terhebat yang pernah hidup. setiap nadanya ia hayati. lagu-lagunya mencerminkan kebebasan dan keadilan. dirinya tidak terkekang oleh rumitnya hidup pada masa itu. musisi pada zaman itu tidak selalu "sukses" seperti sekarang ini. mereka hidup dimana warna kulit adalah masalah dan peluru adalah penyelesaiannya. Jimi Hendrix yang merupakan kulit hitam terus melangkah menggapai impiannya. Blues adalah jenis musik yang paling tepat pada saat itu. penggambaran lagunya adalah derita para musisi.


Flower Power. sebuah lambang kedamaian yang dijunjung oleh Hippies yang kemudian dikembangkan menjadi musik Psychedelic. Flower Power merupakan penggambaran untuk menghentikan perang Vietnam. Hippies mengambil lambang tersebut dengan memakai baju yang penuh warna dan penuh dengan corak bunga, serta menaruhkan hiasan bunga yang besar pada rambut. Janis adalah salah satu dari banyak Hippies tersebut. Psychedelic adalah musik "kecanduan". melupakan rumitnya hidup dan memimpikan perdamaian adalah hal yang sulit pada masa itu. ganja adalah pilihan tepat. Jimi Hendrix adalah seseorang yang mendalami musik Psychedelic. bukankah hal yang menyenangkan jika Flower Power Era tidak pernah habis dan semua orang menyadari akan sulitnya mendapatkan suatu perdamaian?


namun, 1970 bisa dibilang adalah tahun yang kelam. Janis dan Jimi mati pada tahun yang sama, di umur yang sama. dunia kehilangan musisi-musisi Blues yang melakukan perubahan. setelah itu Blues lama hilang. era-era lain muncul dan pergi. Heavy Metal, Punk, Grunge, Pop. apakah saya berada pada generasi RnB? saya tidak ingin mengakuinya. saya hanya dapat berharap musisi Blues seperti The Black Keys dan Radio Moscow, serta musisi Psychedelic seperti MGMT dan Tame Impala dapat kembali memutarkan dunia dengan kebebasan, keadilan, dan kedamaian.